Jumat, 16 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
buypriligyo.combuypriligyo.com
buypriligyo.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Solo Traveler? Ini Rencana 7 Hari Keliling Jawa ya...

Solo Traveler? Ini Rencana 7 Hari Keliling Jawa yang Anti Ribet

Buat kamu yang sering jalan sendirian, ini itinerary 7 hari keliling Jawa yang santai tapi tetap berisi.

Solo Traveler? Ini Rencana 7 Hari Keliling Jawa yang Anti Ribet

Gue tahu rasanya jadi orang yang sering banget jalan. Kadang cuma punya waktu seminggu, tapi pengennya nggak cuma rebahan di kasur. Nah, buat kamu para frequent traveler yang udah muak sama destinasi mainstream, gue mau bagi satu rencana perjalanan yang udah gue coba sendiri bulan lalu. Nggak muluk-muluk, cuma 7 hari, rute-nya Jawa dari barat ke timur. Tapi tenang, ini bukan itinerary yang bikin kaki copot. Ini versi manusia normal yang masih pengen tidur cukup.

Hari 1-2: Jakarta ke Bandung, Jangan Cuma ke Lembang

Mulai dari Jakarta, kamu bisa naik kereta pagi ke Bandung. Gue saranin naik Argo Parahyangan yang berangkat sekitar jam 6. Sampai Bandung masih jam 9, masih fresh. Daripada langsung ke Lembang yang macetnya minta ampun, coba deh ke kawasan Dago Pakar. Ada beberapa kafe dengan view kota yang lumayan, dan yang penting nggak serame Lembang.

Hari kedua, baru deh eksplor ke arah Ciwidey. Kawah Putih masih jadi andalan, tapi kalau kamu datang pagi banget sekitar jam 7, kamu bisa menikmati tempat itu hampir tanpa orang. Serius, gue pernah ke sana jam 7 pagi dan cuma ada tiga orang. Rasanya kayak punya kawah sendiri.

Tips dari gue: nginep di guesthouse sekitar Ciwidey, bukan di pusat kota Bandung. Lebih murah, dan kamu nggak buang waktu di jalan.

Hari 3-4: Yogyakarta, Tapi Bukan Candi

Dari Bandung, naik kereta malam ke Yogyakarta. Sekitar 8 jam, tapi kamu bisa tidur di kereta. Sampai Jogja pagi, langsung cari sarapan gudeg di daerah Wijilan. Jangan yang di pinggir jalan turis, cari yang di gang-gang kecil. Beda rasanya.

Nah, ini bagian yang mungkin bikin kamu protes. Gue saranin skip Borobudur dan Prambanan kalau kamu udah pernah ke sana. Bukan karena nggak bagus, tapi karena buat solo traveler yang sering jalan, dua candi itu udah terlalu sering dibahas. Coba deh ke kawasan Kotagede. Ada pasar tradisional, makam kuno, dan arsitektur Jawa yang masih asli. Suasananya tenang, dan kamu bisa ngobrol sama warga lokal tanpa merasa kayak turis.

Hari keempat, sewa motor dan pergi ke arah Pantai Timang. Jalannya memang agak rusak di beberapa titik, tapi pemandangannya sepanjang jalan bikin lupa sama lubang. Kalau beruntung, kamu bisa lihat ombak besar tanpa harus bayar gondola yang harganya selangit.

Kenapa Solo Traveler Cocok di Jogja?

Karena Jogja itu kota yang ramah buat orang sendirian. Mau makan di angkringan jam 2 pagi? Aman. Mau duduk di trotoar Malioboro sambil baca buku? Nggak ada yang peduli. Gue pernah tinggal di Jogja seminggu sendirian dan nggak pernah merasa kesepian. Malah kadang ketemu traveler lain di hostel dan lanjut jalan bareng.

Hari 5-6: Malang dan Batu, Jangan Cuma ke Jatim Park

Dari Jogja, naik kereta ke Malang. Sekitar 6 jam. Sampai sana, langsung cari penginapan di daerah Ijen. Paginya, jalan kaki keliling kompleks Ijen Boulevard. Banyak bangunan kolonial, dan udaranya sejuk. Ini salah satu pagi terbaik yang pernah gue alami di Jawa.

Hari keenam, baru deh ke Batu. Tapi jangan langsung ke Jatim Park. Coba ke Desa Wisata Pujon Kidul. Ada sawah, ada kafe sederhana, dan kamu bisa nyewa sepeda buat keliling. Suasananya masih pedesaan banget. Gue sempat ngobrol sama petani di sana, dan dia cerita kalau panen sedang bagus. Hal-hal kecil kayak gini yang bikin perjalanan terasa lebih hidup.

  • Sarapan di Warung Subuh Malang, buka jam 4 pagi
  • Sewa motor dari Malang ke Batu, sekitar 45 menit
  • Mampir ke Pasar Apung Batu kalau suka suasana ramai

Hari 7: Surabaya, Penutup yang Nggak Membosankan

Dari Malang ke Surabaya cuma 2 jam naik bus. Banyak orang bilang Surabaya cuma kota transit. Gue dulu juga mikir gitu. Tapi ternyata, kalau kamu tahu tempatnya, Surabaya punya charm sendiri. Coba ke kawasan Kota Lama, lihat gedung-gedung tua yang masih berdiri. Atau ke Taman Bungkul pagi-pagi, lihat orang jogging dan baca koran.

Buat makan terakhir, jangan lewatkan rawon di daerah Wonokromo. Pedas, gurih, dan bikin keringat keluar. Setelah itu, kamu bisa naik kereta atau pesawat pulang. Tujuh hari, empat kota, dan kamu nggak perlu merasa kelelahan parah.

Gue sendiri udah jalan-jalan ke banyak tempat, tapi rute Jawa ini selalu jadi favorit. Mungkin karena infrastrukturnya makin bagus, atau karena orang-orangnya yang ramah. Atau mungkin karena gue udah terlalu sering ke Bali dan butuh suasana baru. Apapun alasannya, buat kamu yang sering traveling, coba deh sekali-kali jalan di rute ini. Nggak perlu mahal, nggak perlu ribet. Cukup niat, sedikit riset, dan tas punggung yang nyaman.

Kalau kamu tipe yang suka spontan, rute ini juga fleksibel. Mau skip satu kota? Bisa. Mau nambah satu hari di Jogja? Bisa. Yang penting, jangan lupa bawa obat maag dan power bank. Dua benda itu penyelamat banget di perjalanan panjang.

Selamat jalan, dan semoga ketemu cerita baru di setiap kota.

Tags: solo traveling itinerary jawa backpacker liburan mingguan wisata indonesia

Baca Juga: 18totomemberid.space